Minggu, 04 September 2016

Gadispensil

Medan, 05 September 2016

Aku mengawali cerita kisahku dalam blog ini tepat hari ini. Tulisan ini hanyalah curahan hati semata persis seperti diary. Alasan aku mengetik cuap-cuap begini sekedar iseng-iseng aja mengurahkan curahan hati di depan notebook sambil mengutarakan persaan ditemani secangkir teh hijau latte, haha.
Untuk mengesahkan kisah ini, sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku. Hai sobat! perkenalkan namaku Maria Davanni Simatupang. Kalian bebas memanggilku apa saja. Status mahasiswi di Akademi Pariwisata Medan jurusan Pariwisata Program Studi Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata. Yap, cukup sekian embel-embel perkenalannya ya.
Berbicara mengenai kisah pengalaman hidup, sepertinya lika-liku kehidupan belumlah sulit untuk dijalankan. Karena aku juga masih mahasiswi, masih berpangku tangan pada kekuatan dan doa dari orang tua, keluarga, rekan dan sahabat. Tapi diantara berbagai kisah pengalaman hidupku pasti ada harum-harum semerbak bunga mawar,melati atau raflesia.
O ia satu lagi yang harus diketahui dari diri seorang Maria Davani. 9 Tahun lalu dia merupakan gadis ceria dan pemberani. Ya aku berani mengatakan seperti itu, karena setidaknya aku mengenali diriku sedikit, hehe. Tapi seiring berjalan waktu dia menjadi gadis pendiam, pemalu dan sedikit minder. Faktor yang membuat ia seperti itu pasti karena berbagai alasan dan mungkin juga karena keadaan lingkungan sekitarnya.
Sedikit demi sedikit aku akan mencoba menulis kisahku lewat blog ini. Memang tidak semua tapi setidaknya tulisan-tulisan ini merupakan kisah atau point penting dari berbagai macam kisah pengalaman hidupku. 


Kisah 1
Ini berjalan sudah 9 tahun juga. Waktu itu aku masih kelas 5 SD di Methodist 6 Medan. Ada seorang  teman sekelas yang menyukaiku namanya "S". Tapi aku sering memanggilnya pendek, haha kerena tinggi badannya pendek. Dulunya nih ya dia itu biasa aja sih di sekolah gak ada keren-kerennya cuma dulu dia pandai dance gitu. Sering aku lihat waktu istirahat dia dance ala-ala hiphop di balkon kelas kami. Dan kuakui gerakannya lumayan juga. Dan suatu hari pas pulang sekolah ada salah satu temanku mengatakan "Mar, nanti pulang sekolah si 'S' mau bicara samamu di lapangan sekolah sebelah". Oke ajakan itu aku terima. Sebenarnya aku udah ada feeling pasti si 'S' mau ngomong sesuatu tentang perasaan. Bayangkan, itu kejadian masih SD! masih dedek-dedek udah berani nyatakan suka sama dedek-dedek juga. Sampailah di lapangan, benar apa yang ku terka dia betulan mengungkapkan perasaan itu. Tapi asli aku tolak mentah-mentah dengan angkuhnya. Dan itu diliat oleh banyak orang, beberapa temanku juga jadi saksi atas kejadian tersebut. Dan aku pastilah membuat ia malu karena menolaknya mentah-mentah saat itu. Karena merasa tidak enak, malam itu juga aku membuat surat untuknya atas permintaan maafku dengan tulus atas kejadian tadi siang. Esoknya pas pulang sekolah aku kasih surat itu dan singkat beberapa hari surat itu dia balas dengan kata-kata gombal yang buat perut aku sakit, ini nyata loh! Dan setelah itu surat itu aku buang ke parit *kejam ya huhu
Harus kuakui dunia ini memang sempit, aku dan dia jumpa di satu sekolah kembali saat SMA. O ia waktu SMP kami masing-masing beda sekolah eh pas SMA jumpa lagi. Dan banyak perkembangan positif yang kuliat darinya. Dan yap, aku suka dengannya karena musik. Dia jago main drum! keren dan hebat. Haha, tapi perasaan suka ini hanyalah kekaguman aja buatnya, lagian gak mungkin kejadian SD itu terulang lagi. Dia udah ditolak mentah-mentah pastilah sakit hati. O ia beberapa yang kutahu mantan dia itu cantik-cantik semua. Oalah -_-. 
Dari kisahku ini yang bisa dipetik sebagai pelajaran, jangan pernah merendahkan orang lain karena kejelakan dan keburukannya. Karena belum tentu di masa yang akan datang ia tetap seperti itu. Lihat kan dengan kejadianku ini aku termakan omongan sendiri gak suka sama dia eh rupanya beberapa tahun kedepan aku mengaguminya berkat kemampuan dia dengan pukulan stick memainkan drum dengan keren. Dan itu mengajarkan aku untuk memandang orang tidak dengan sebelah mata.
~gadispensil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar